[Photo] Lady Mustache



0 c o m m e n t s




among our super incredible official works, we both (me and rima) stole a lil bit joy by taking some our crazy pictures. and, it worked!!

Location:
Sahid Jaya Hotel, Lippo Cikarang
JAWA BARAT

White Sandy of Bali Nusa Dua Beach



0 c o m m e n t s
Voila, the white sands of Nusadua private beach, Bali INDONESIA.
Escaping from the frenetic world outside, indulge in the well-being of mind and body, and relaxing over the white sands under the sun of the Nusadua beach, was such a magnificent weekdays I spent. Stayed over 9 (nine) nights in Nusadua Beach Hotel for doing some important official works, it has a fantastic beach with tranquil, warm, and glimmering sea water. Scattering not far from the foreshore, some white benches with blue coated fabrics lined up neatly. Just tried to lay over there and stared overawed to the tourists whose taking breath away. I and my friends were hasty toward the water, bursting exaggeratedly broke the calmness of the sea without waves. We swarmed around the sands, half-buried body, and built a sand palace. Whoosah...

Tampil Cantik yang Halal dan Syar'i, Pastinya Dong...



2 c o m m e n t s
Tak dapat dipungkiri lagi, tampil cantik dan menarik adalah dambaan setiap perempuan. Karena itu, banyak perempuan yang menggunakan berbagai cara untuk memperbaiki penampilannya. Salah satunya melalui kosmetikWajah yang tadinya kusam, begitu disapukan dengan sedikit riasan blush on mendadak terlihat kembali segar. Mata yang semula sayu dalam sekejap kedipan langsung terlihat berbinar dan cemerlang saat si kelopak dan bulu-bulu mata tersapu riasan eye shadow dan mascara. Ya, kosmetik terbukti bener-bener ampuh mengelabuhi wajah yang semula (tampak) biasa langsung berubah luar biasa dalam hitungan detik. Totally flawless!!

Meski demikian, memilih produk kosmetik yang aman dan halal adalah satu hal penting yang harus dipertimbangkan juga oleh kaum perempuan (muslimah). Terlebih, belakangan ini kesadaran kaum muslimah dalam pengunaan produk-produk halal sudah semakin tinggi. Kosmetik adalah salah satu di antaranya. Kerapkali terjadi, demi mendapatkan perawatan maksimal kita menjadi kurang hati-hati dan cermat dalam memilih produk kecantikan. Terlebih, belakangan ini produk-produk yang menawarkan janji memutihkan kulit dan wajah dan awet muda makin marak di pasaran. Produk-produk tersebut seakan magnet bagi kaum perempuan. Alih-alih ingin tampil cantik dan terlihat awet muda, mereka berbondong-bondong membeli meski harus merogoh kocek yang relatif mahal tanpa diteliti lagi aspek kehalalannya. Meskipun serangkaian produk tersebut katanya menjamin kulit-dan-muka-jadi-putih-dalam-hitungan-dua-minggu-dan-tampak-awet-muda, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelumnya. Selain melihat apakah produk tersebut sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan yang berkaitan dengan aman tidaknya produk bagi kulit seperti tidak mengandung logam berat yang berbahaya, kita (terutama perempuan muslimah) juga wajib mencermati apakah produk kosmetik yang kita pakai sehari-hari itu juga aman dan baik secara syar'i alias halalNah, seiring dengan meningkatnya permintaan produk kosmetik halal diperlukan adanya standarisasi yang memenuhi syarat kehalalan sehingga tidak mengecohkan kaum perempuan muslimah terhadap produk-produk kosmetik yang beredar di pasaran. 

Salam Pramuka !!



0 c o m m e n t s
Dan seorang Lord Robert Boden Powell pun mengatakan:
"Suatu negara tidak akan kehilangan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung tinggi dan menjelajah lautan."
Selamat merayakan Hari Pramuka, temans...

colorful light pasta & crunchy crackers



2 c o m m e n t s

voila, another colorful italian light pasta. what the named of this dishes, huh.. 
too bad, i can't remind it..  but we enjoyed it, with did a dab on 
the crunchy crackers.. delicious but spicy ;)

tasted in Nusadua Beach Hotel & Spa 
Denpasar - BALI

Crochet GiveAway from KaryaSukaSuka



0 c o m m e n t s

Siapa sih yang ga suka dikasih hadiah? pasti bohong deh kalau ada yang ngacung ga suka 
*saya dong antri paling depan kalau urusan hadiah :p
Jadi, ceritanya pas lepas sahur pagi tadi, iseng-iseng blogwalking ke beberapa crafty blog dan nggak sengaja nemu blognya karyasukasuka. Begitu lihat salah satu media craftingnya benang, langsung deh follow blognya. Eh ga tahunya, mba Wina, owner blog ini lagi bagi-bagi hadiah buku "Crochet Unik & Apik" dan sepaket benang. Cihuy banget ya hadiahnya, apalagi buat yang suka crafting-crafting gitu. Saya sendiri pas gitu liat cover bukunya, aaak.. langsung dibikin ngeces dan penasaran sama isi bukunya.. *daydreaming*

Yang namanya giveaway, pastinya siapa aja boleh ikutan dong. Nah, buat yang tertarik ikutan dan pengin dapetin hadiahnya juga, buruan deh meluncur ke blognya karyasukasuka sebelum 12 Agustus 2012. Cuuuss....

Mie Ongklok, kuliner yang bikin lidah lumer



2 c o m m e n t s
Berkunjung ke suatu daerah nggak akan afdol kalo nggak sempet nyicipin sajian kuliner khas daerahnya. Begitu juga pas saya backpacker-an bareng temen-temen SJB ke Dieng Plateau (perbatasan kab. Wonosobo dan kab. Banjarnegara) pada bulan kemarin. Nah, berhubung arah pulangnya melewati kab. Wonosobo (kami naik bus), jadi kami menyempatkan untuk mencicipi masakan kuliner yang konon menjadi raja kuliner di daerah ini, Mie Ongklok.

mie ongklok khas Wonosobo
sate sapi, teman makan mie ongklok

Dalam bahasa Jawa, kata "ongklok" berarti kocok. Kenapa harus kata itu. Why? Saya sendiri juga ga ngerti. Makanya, pas nyampe warung, saya sempet perhatiin. Rasa penasaran terjawab juga deh akhirnya. Rupanya, masakan unik ini merupakan kombinasi dari mie, sayur kubis, dan daun kucai -tanpa ada sayur sawi seperti kebanyakan mie-mie lainnya. Cara merebusnya itu antara mie, sayur kubis, dan daun kucai disatukan dalam satu wadah semacam saringan bambu, dan tadaaa... adonan tersebut kemudian diongklok-ongklok alias dikocok sampai berulang-ulang sembari dicelupkan ke dalam air mendidih. Lah, kalau begitu sekilas jadi mirip cara bikin mie ayam dong yaa?

Jalatunda, antara Sumur Tua Raksasa dan Mitos Lempar Batu



0 c o m m e n t s

Curam dan tak terlihat sama sekali bentuk sumurnya. Meski menggunakan istilah 'sumur' Jalatunda tidaklah seperti penampakan sumur pada umumnya. Permukaan air hingga bibir sumur berjarak sekitar 100 meter dengan tingkat kemiringan 90 derajat. Hm, kalau masih merasa cukup curam silahkan melongok ke dalam sumur. Saya sih ogah, hehe.. merinding!!

Jadi, dengan tampilan tersebut, Jalatunda lebih mirip kolam besar atau rawa-rawa penuh genangan air yang berwarna hijau pekat. Tanpa melongok pun, akan tampak kalau diameter sekeliling sumurnya penuh ditumbuhi lumut bercampur tanaman perdu super rimbun. Untuk mencapai tempat ini, kita harus meniti sekitar 250 anak tangga (undak-undakan) terlebih dulu. Begitu tiba di anak tangga terakhir, terdapat sebuah bangunan terbuka mirip pendopo berukuran 2mx4m yang bisa digunakan untuk berteduh. Di situ juga terdapat tumpukan batu kerikil yang terhampar beralaskan karung beras yang dijual oleh anak-anak Dieng. Sekilas nggak ada yang menarik dari tempat ini. 


Daya tarik Jalatunda tidak lebih karena mitos dan asal muasalnya. Berdasar dugaan ilmiah, awalnya Jalatunda adalah kepundan atau kawah yang terbentuk akibat letusan gunung berapi jutaan tahun lalu. Kawah tersebut kemudian terisi air dan terbentuklah sumur raksasa berkedalaman ratusan meter. Dalam bahasa Jawa, Jalatunda berarti sumur yang besar dan luas. 

newer post older post