Selamat pagi, Jakarta
Hingga detik ini saya masih terjaga berbalut gerah
kesetiaan bangku kayu pada taman yang
basah,
janji lumut pada batu beribu tahun,
inilah ciumanku yang panjang: dalam hujan
panas perapian dan sepi gurun ketika angin
istirah,
kabut menyaksikan dari jauh.
biru sekali pagi datang,
ungu sekali mimpi menghilang.
#repost dari blog lama yangsengaja terbengkalai
basah,
janji lumut pada batu beribu tahun,
inilah ciumanku yang panjang: dalam hujan
panas perapian dan sepi gurun ketika angin
istirah,
kabut menyaksikan dari jauh.
biru sekali pagi datang,
ungu sekali mimpi menghilang.
#repost dari blog lama yang
Tetap hanya peluh,
peluh yang harus terbasuh,
meski seribu satu kafan, sejuta parang,
berikan nafas ...
#repost from here
gerimis telah runtuh
sangat perlahan
bumi disentuh
kala dalam sedu sedan
karena penat
oleh dendamnya sendiri sarat
tak sanggup diubahnya
inilah mulanya, meski bukan mula yang sebenarnya. barangkali ini yang kedua karena pernah aku hadir sebelumnya. tetapi boleh saja kan kalau ini kusebut permulaan. ya, anggap saja begitu..
meski ini satu bentuk eksodus dari sini jangan kau bilang ini pelarian. jangan ya?
tabik,
meski ini satu bentuk eksodus dari sini jangan kau bilang ini pelarian. jangan ya?
tabik,
Subscribe to:
Posts (Atom)


