Tuhan, ini doa saya



0 c o m m e n t s
Malam kali kedua, kita masih sibuk cengkerama. Kamu dengan wedang rondenya. Sementara aku, sibuk dengan jadwal ngerondanya. Ironis ya, Lun? *kata saya ke alun-alun.

========

2 hari sebelumnya, pkl 19.20 wib

"Mba, Ibu sakit." 

Satu pesan singkat muncul di layar ponsel. Kabar dari adik saya itu sontak membuat saya langsung kaget. Saya langsung yakin, kalo Ibu saya pasti dalam keadaan yang sangat-jauh-dari-sehat. Saya tau karena minggu sebelumnya keadaannya sudah lemah. Esoknya, saya langsung mengambil kereta pagi. Tujuan saya cuma satu: pulang dan bawa Ibu ke rumah sakit secepatnya. Ya, dan malam ini saya di sini menunggui Ibu. Semua rencana ga penting yg telah saya susun saat di Jakarta langsung saya tunda. No have have fun anymore. Saya cuma memikirkan kesembuhan ibu saya, my beloved mommy, the queen of my heart. 

========

Saat ini. Di ruangan serba putih.

Ibu, 
melihatmu terbujur tak berdaya berselang infus benar-benar buatku ga ingin lepas sekejap pun darimu. Dan ruangan yg serba putih ini, aku bener-bener takut, Bu. Ibu sendiri tau aku selalu ketakutan dengan segala hal peralatan dokter. Jarum suntik, selang infus, jubah putih, itu benda-benda yg selalu ingin kuhindari, kutakuti. Tapi, Bu, kekuatanmu melawan rasa sakit ini membuatku tegar. Membuatku berani menatap aliran infus yg bermuara ke tubuh kurusmu. 

Dan satu lagi ketakutanku, Bu. Aku belum punya keberanian untuk memberitahumu. Ya, aku tak punya keberanian untuk menyampaikan kalo...kalo kaki Ibu harus dibedah. Dan, jari jempol kaki Ibu harus diamputasi. Besok pagi. Aku ga berani, Bu. Selama ini aku belajar untuk kuat, dan semuanya itu kudapatkan darimu. 

Tapi.. ini? Bagaimana aku bisa kuat sementara Ibu sendiri tengah menguatkan diri melawan rasa nyerinya sendiri. Tuhan, berilah aku kekuatan itu. Dan kesehatan untuk Ibuku. Segera.

========

Dalam doaku,
13 November 2011
Rumah Sakit Palangbiru Kutoarjo

Kintamani: taking a deep breath



0 c o m m e n t s
Batur Lake

Putting aside the city's hustle-bustle and relaxe taking a deep breath of fresh air, Kintamani is the sweet choice for letting the time goes and runs. Located in Bangli regency, Kintamani offers a greeny beautiful scenery with magnificent view of Batur volcano and the lake. Batur volcano it self has erupted about 24 times during early year 1800. Many damages happened along it eruption. It's seen from the lines of larvae are still seem obvious around the volcano. Meanwhile, the lake is the largest one in Bali.

Kintamani area is about 160 km2 wide with 15.000 people live around it. They work as farmer and fisherman. And because of the blooming of tourism sector in Kintamani, some of them turned the work into a seller, do a tatto service, rent villas or restaurant business. And starting from Rp. 70.000 - RP. 150.000 per person, you already enjoy the meal. Have an aromatic lunch :))

Batur Volcano







with my travelmate: rima & rista

Suatu saat kamu pasti mengerti



0 c o m m e n t s
"Aku heran kenapa kita nggak bisa seperti dulu lagi," keluhmu sore itu. Dari kejauhan, siluet pepohonan tampak menggelap. Senja sudah berada di batasnya, berteduh berdiam semalaman hingga keesokannya harus kembali berjaga. Aku masih memperhatikan semburatnya saat tersadar kalimatmu masih berlanjut.

"Kenapa sih, kita nggak bisa cerita-cerita lagi, bercanda lagi, tertawa lagi. Ah, seolah semua cerita kita saat ini dipaksakan ada." Ada kekecewaan yang kutemukan dalam nada suaramu kali ini. Aku masih tak peduli. Aku masih ingin menikmati senja sore ini sebelum lenyap tertelan bayang-bayang malam.

"Kayla, ini aku bicara," nadamu mulai tinggi. "Kamu itu sahabatku..."

"Karena sudah seharusnya semuanya berubah, Ben. Kita nggak mungkin lagi bisa seperti dulu-dulu lagi." Kali ini aku yang bicara. Aku sadar suaraku meluruh nyaris tak terdengar.

"Memangnya kenapa?"

Aku kembali diam. Tanpa kusadari, senja menggelincir pelan tenggelam di balik deretan awan. Sial, aku melewatkannya. Gelap mulai mengelilingi kami. Aku ingin segera mengakhiri kebekuan ini semua. Segera aku beranjak tanpa tanpa menggamit lengannya penuh manja seperti biasanya.

"Maafkan aku, Ben. Aku menghindarimu karena itu hal terbaik yang bisa kulakukan untuk tidak mengharapkanmu lebih. Suatu saat nanti kamu pasti mengerti kalau cinta tak harus saling memiliki." Aku berbisik dalam hati.

Disco Berjalan a la Kupang



0 c o m m e n t s
Hari terakhir di Kupang, hari dimana kami punya waktu buat cari oleh-oleh. Beruntung juga, kami dapat jadwal pesawat jam 2 siang. Jadi paginya masih ada waktu buat ngelayap hunting oleh-oleh. Dan, asyiknya pas saya usul buat naek bemo aja, yess, they're agreed with me. Berang-berang makan berkat, mari berangkaaaadd...

Di bawah terik matahari plus udaranya yg sangat panas itu, kami nungguin bemo. Sepuluh menit berlalu, tak satu pun bemo yg lewat. Ebuset, tumben beneeerr..ga mungkin kan di kota Kupang yg indah permai ada aksi mogok? Muka-muka kami sudah mulai menyesuaikan alam. Gosong. Sempat, kami punya niat buat ngojek motor aja. Lagi-lagi, ojek motor yg lewat depan kami cuma satu dua biji, sementara formasi kami masih lengkap (kak Bett, Nay, Ucay, Faly, Aan, dan saya), minus Ray. Jadi, totalnya kami berlima. Yak, berhitung mulai.. #salahfokus


Cihuy, satu bemo muncul. Kami berebut naek. Begitu duduk, saya langsung takjub dengan isinya. Full aksesoris, dari boneka-boneka mungil sampe tempat pegangan tangan (namanya apaan sih -__-) yg beraneka rupa dengan warna-warna mencolok. Belum lagi, musik yg diputar bener-bener kenceng. Alih-alih mencari jawaban dari rasa heran, saya tanya ke salah satu penumpang (bukan kami, tentunya). Rupanya, semakin kenceng musik yg diputar, semakin laku pula bemo itu. Barangkali itu pula, yg bikin bemo lebih mirip disco berjalan. Ga siang ga malam, musiknya tetep menggelegar. Hmm, mari kita dansa, kakaaa... *angkat jempol digoyang :)

empat jam di Semarang (1)



0 c o m m e n t s

had a thousand doors, that's the reason named "Lawang Sewu"
views from the second floor

as far as the eye could see: DOOR


looks so quiet and sounds so spooky -__-

me and the story will be told later  :)
newer post older post