Showing posts with label activity. Show all posts
Showing posts with label activity. Show all posts

Random Snapshoot



0 c o m m e n t s

Beberapa kali terlibat acara yang diadakan di tempat ini, tapi tak sekalipun punya fotonya. Akhirnya, kemarin saya berhasil meminta paksa salah seorang teman kantor buat ngambil gambar saya. Boleh ya, melampiaskan hasrat narsis barang sebentar. Dan, ya ampuuun... begitu liat hasil jepretannya, ternyata oh my semua-muanya saya tampak lebar sekali. Pfftt, rupanya lemak-lemak ini masih saja betah bersarang yaa -__-). Pasti ini efek habis sarapan pagi nih: dua tangkup roti gandum isi keju, omelet, plus segelas susu. Hm, pasti deh gegara ini *pembelaan diri

Location :
Citra Cikopo Hotel, Jawa Barat

Surprised Postcard



0 c o m m e n t s
Postcard: a truly nice surprised ^-^

First day going to work (on my office) after my 12-days-trip in Bali and wooopp... I was so excited and soooo surprised that I found 2 (two) pieces postcard from card to post this morning. It's really a big woww !! Yep, it's my 1st postcard I got, such a 'deja vu' think.

When in high school, I love collecting stamp and postcard. Ya, that's why I like correspondence. I could get some letters or postcards more than 7 pieces in a week. And you know what, one of my best pals is my beloved mommy. She's my longest pal in correspondence, even 'till I moved to Jogja for continuing my study. Cool, yeay.. et today I get 2 (two) pieces postcards in the same time. Surprised !! 

Card that's on the the left was from Hiralalitya, a lomographer who love a new thing, different, unique, and challenging. And, on the right was from Putri Fitria, an Acehnese girl who has a passionate for anthropology and journalism.

Both of cards are travel series. Really love it two and I wish could make a trip with them. 
Wait my reply card, gals  :)

Packing time



0 c o m m e n t s
Dua belas hari ke depan, tepatnya 612 Juni 2012 saya akan mengunjungi Bali (yeayy..). Sembilan hari pertama dihabiskan di Nusadua for doing official work: international conference on protection of witness and victims of transnational organized crime, sementara sisa harinya akan saya pake buat mengunjungi sodara yang belum pernah sekalipun dikunjungi (sodara macam apa saya iniiih..) sekaligus buat bermain-main menyusuri Bali utara. Yup, vacation is my best get-away for the tiring hard days I did before. Working hard playing hard lah pokoknya :)

Well, time for packiiing... Dan sepertinya juga, saya akan bawa banyak-banyak bekal nih. Oh tidaaak.. Membayangkan pakaian yang akan saya bawa selama 12 hari benar-benar bikin mual mendadak. Setelah pilah-pilih selama 3 jam-an (ebuseet lama betoll -_-) akhirnya pilihan saya adalah: 
1 pc soft jeans warna item, 
1 pc celana kain (warna item jg), 
1 pc blazer, 
3 pcs bussiness suit, 
1 pc batik, 
1 pc legging (buat nyelem),
3 pasang baju tidur, 
3 pcs pakaian kasual (baju berbahan sifon yg gampang dicuci & kaos lengan panjang),
bbrp pashmina, square veil, & underwear,
flat shoes (dipakai) & heels (buat acara), 
notes, usb, notebook, camera (ups lg diservis, sementara ngandalin bb *was-was), dan...
obat-obatan, plus peralatan mandi (+ handuk buat pas nginep t4 sodara), & make up.

Tadaa.. ternyata ga begitu banyak juga bekalnya. Baiklah, semuanya sudah masuk dalam satu travelbag. Tinggal taruh notebook & peralatan tulis lainnya ke messenger bag :) Saya melirik sekilas ke catatan itinerary yang sudah saya buat sebelumnya. Wohhoo, saya makin ga sabar buat mengejar dolphin di Lovina, menikmati sunset di Panimbangan, menikmati ikan bakar di Pemuteran, dan.. yeahh I cant help my self waiting for snorkling in Menjangan island. See yaa..

xoxo,

muka putih vs liburan



0 c o m m e n t s
photo credit here
"Hei...," salah seorang rekan kantor tiba-tiba sudah ada di samping saya yang tengah sok sibuk berjibaku dengan pekerjaan. Lambat hening mengamati muka saya. Hm, any wrong with my face?

"Tumben muka kamu keliatan lebih putih. Pake produk pemutih ya?" (*kata-katanya iklan banget ya?)

Whaaatt!! Bukannya lantas suka, justru saya jadi heran. "Masa iya sih," batin saya. Gara-gara itu, saya jadi teringat juga kata-kata salah seorang teman lama beberapa waktu lalu. "Nin, selama ini kamu pake treatment dokter siapa?" Saat itu saya hanya tertawa karena selain ngga kenal dokter kecantikan mana pun, saya juga paling ogah kalau disuruh menemui dokter. Yup, bukan kenapa-kenapa sih tapi sebenarnya lebih karena saya paling takut lihat jarum suntik, kecuali kalau dokternya ganteng kali ya? *hallah :))

Nah, selama ini saya hanya pakai produk-produk pelembab yang biasa tersedia di minimarket mana pun. Jadi, telling the truth, saya merasa janggal kalau misalnya ada yang bilang muka saya jadi lebih putih daripada biasanya. Hihi, muka saya ini kan dasarnya emang eksotik coklat gituuh.. dan makin perfect gosongnya gara-gara keseringan mandi matahari. Hhe, ngga ada yang percaya kan? Saya juga. Kan saya tau banget kondisi muka sendiri yang aslinya emang beneran coklat gosong. Tadi sih, kalimatnya aja yang dialusin..  *aspal kali dialusin >__<

Gosh, I just got a clue. Matahari. Pantai. Ya, saya teringat kapan terakhir kali maen-maen ke pantai. Awal tahun. Itu artinya sudah 3 bulan lebih kulit saya ini tak bersapaan dengan panas, air laut, dan err.. sinar uv yang ganas itu. Sebenarnya sih, sebulan kemarin saya baru aja mengunjungi Bali karena urusan pekerjaan. Tapi ngga sempat menikmati pantai neither sunrise nor sunset. Saat itu saya hanya menyempatkan duduk-duduk di pinggir pantai Sanur. Itu pun sudah lumayan larut malam, sekitar pukul 10 waktu setempat.

Menyesal karena ngga sempat ke pantai? Enggak juga sih karena saya sudah beberapa kali ke Bali (*sombongnyaah...) dan pahitnya yang saya kunjungi cuma seputaran kotanya aja plus Kuta, plus Sanur, plus Nusa Dua, pluuus...  *stop it, itu mah sama ajaa, grrr  -__-. Etapi beda cerita loh, kalo misalnya yang dikunjungi itu Ubud atau daerah-daerah kalor (baca: utara gunung). Dijamin saya ngga bakal nolak dan pasti betah sekali sampai lupa pulang :)

Memang sih, dulu nyaris tiap bulan saya maen-maen ke pantai. Mana aja. Karena di pantai, saya bisa teriak-teriak sendiri, ketawa-ketawa sendiri, melamun emang sendiri. Apa pun. Et voila.. penat saya seketika berkurang.

Dan, kalo saat ini ada beberapa teman yang komen kalo muka saya keliatan lebih kinclong putih nan bersinar itu fakta (*pencitraan banget ga sih, iniiih..). Bukan karena saya pakai produk pemutih merk anu ato perawatan di klinik kecantikan di tempat dokter anu, melainkan karena memang saya udah lama ngga liburan. Dan, muka putih bersih ini menyadarkan saya kalau saat ini sudah seharusnya saya berlibur. Yuhuu, traveling, ngetrip, backpacking, jali-jali, ato istilah laen apapun yang intinya adalah LIBURAN.

So, where is my ticket? I need now. 

bulan kedua



0 c o m m e n t s
Sebentar lagi, bulan kedua segera berlalu
tapi tidak begitu dengan rinduku,
-yang diam-diam masih tertuju padamu-
tidakkah kau tahu itu?

(more than) just stuck



0 c o m m e n t s
entah kenapa akhir-akhir ini saya kerap merasa sedih yang tak beralasan.
rasa-rasanya ada yang mengganjal di hati yang saya sendiri tak tahu oleh sebab apa.
adakah yang bisa kasih penawarnya?

single blues: how can?



0 c o m m e n t s

it seems similar with baby blues. yess! but it's what-so-called single blues. dan, sialnya saya biasa mengalaminya. the point is: nothing to do. entahlah, what I have to say it. enjoy or eneg?!

memang sih, hidup saya jadi berasa rock 'n roll tiap kali weekend datang. kayak hari ini, tidur lagi setelah menghadap pada-Nya. bangun-bangun, saat mentari sudah berada tepat di ubun-ubun. ga jarang juga, tidurnya bisa lanjut sampe sore :D

kalo ga begitu, biasanya saya puter music player kenceng-kenceng ato nonton dvd a long day.

dan, kalo pun ada hasrat buat hang-out, saya lebih suka nonton, makan (kebutuhan wajib secara ga pernah masak selain indomie rebus, puding, ato cream soup), ngumpul sama teman2, ato mojok di bookstore. for this last choice, udah dipastikan saya akan balik kanan dengan tentengan buku segambreng *melirik pilu ke deretan buku yang belum sempat dibaca :(

anyway, happy weekend..
have a fabulous day. so much to enjoy, so little time :))

Tuhan, ini doa saya



0 c o m m e n t s
Malam kali kedua, kita masih sibuk cengkerama. Kamu dengan wedang rondenya. Sementara aku, sibuk dengan jadwal ngerondanya. Ironis ya, Lun? *kata saya ke alun-alun.

========

2 hari sebelumnya, pkl 19.20 wib

"Mba, Ibu sakit." 

Satu pesan singkat muncul di layar ponsel. Kabar dari adik saya itu sontak membuat saya langsung kaget. Saya langsung yakin, kalo Ibu saya pasti dalam keadaan yang sangat-jauh-dari-sehat. Saya tau karena minggu sebelumnya keadaannya sudah lemah. Esoknya, saya langsung mengambil kereta pagi. Tujuan saya cuma satu: pulang dan bawa Ibu ke rumah sakit secepatnya. Ya, dan malam ini saya di sini menunggui Ibu. Semua rencana ga penting yg telah saya susun saat di Jakarta langsung saya tunda. No have have fun anymore. Saya cuma memikirkan kesembuhan ibu saya, my beloved mommy, the queen of my heart. 

========

Saat ini. Di ruangan serba putih.

Ibu, 
melihatmu terbujur tak berdaya berselang infus benar-benar buatku ga ingin lepas sekejap pun darimu. Dan ruangan yg serba putih ini, aku bener-bener takut, Bu. Ibu sendiri tau aku selalu ketakutan dengan segala hal peralatan dokter. Jarum suntik, selang infus, jubah putih, itu benda-benda yg selalu ingin kuhindari, kutakuti. Tapi, Bu, kekuatanmu melawan rasa sakit ini membuatku tegar. Membuatku berani menatap aliran infus yg bermuara ke tubuh kurusmu. 

Dan satu lagi ketakutanku, Bu. Aku belum punya keberanian untuk memberitahumu. Ya, aku tak punya keberanian untuk menyampaikan kalo...kalo kaki Ibu harus dibedah. Dan, jari jempol kaki Ibu harus diamputasi. Besok pagi. Aku ga berani, Bu. Selama ini aku belajar untuk kuat, dan semuanya itu kudapatkan darimu. 

Tapi.. ini? Bagaimana aku bisa kuat sementara Ibu sendiri tengah menguatkan diri melawan rasa nyerinya sendiri. Tuhan, berilah aku kekuatan itu. Dan kesehatan untuk Ibuku. Segera.

========

Dalam doaku,
13 November 2011
Rumah Sakit Palangbiru Kutoarjo

Haagen-Dazs: es krim yang bikin meleleh



0 c o m m e n t s
minggu kemarin, iseng-iseng ikutan kuisnya salah satu majalah traveling gegara tertarik sama giftnya (mungkin biasalah yaa, suka tertarik ikutan kuis kalo gift-nya juga catchy.. eh tapi iya ga siih? *jd ragu sendiri). daan.. nyatanya saya dinyatakan menang! horee untuk saya, yeaayy.. *dancing

ta raa.. seminggu kemudian, 2 voucher Haagen-Dazs sudah melambai-lambai di tangan ^^

tadaa... inilah vouchernya :))
at least, sepulang jam kantor kami (sebut saja, 4 kurcaci) meluncur ke tekape, cafe Haagen-Dazs yg ada di GI (kebetulan lokasi itu yg paling deket sama kantor dan harga terjangkau). dasarnya emang lg starving banget plus excited pgn nyobain macem2 menu... jadinya, kita pesennya juga ga kira-kira --dari banana split, brownies explotion, belgian waffle dream, cappuchino trufle, sampe strawberry cheese cake. yuhhuu... i like ice cream!! 

mungkin kalo ga malu, udah kita embat semua ice cream yang ada di HD (hhaha, jadi malu-malu mau banget lietnya). etapi kan, saya ga sendirian yaa, errr... jadi wajar dong yaa kalo pesen segitu banyaaakk, toh.. pada akhirnya habis juga kok. *menatap ke celana yg mendadak ga bisa dikancingin lagi...

belgian waffle dream pesenannya #kurcaci 1

banana split pesenannya #kurcaci 2

pesenannya #kurcaci 3

another crispy-side, nyammy...

cappuchino trufle pesenan  #kurcaci 4

oiya, sebenernya masih ada 2 menu lagi sih *kalem
whaattt?? ishh, jangan terkaget-kaget gitu dehh, malu tauk kalo sampe diliat orang >.<
hhehe, makanya ga usah diupload lagi aja yaa, biar ga kliatan maruknya :p

xoxo,

ART of doing nothing



0 c o m m e n t s
Belakangan ini, kenapa ya saya lebih suka menghabiskan weekend di rumah aja. I just did an art of doing nothing, leyeh-leyeh ga jelas. Begitulah.
picture taken from here
Padahal sih, kalo jujur-jujuran saya bukan type orang rumahan lho. Dulu, pada saat masih tinggal di rumah bisa dipastikan saya pulang hanya untuk kebutuhan domestik (makan, mandi, tidur). Selanjutnya, saya pake buat 'klayapan' :D
Tapi sekarang, boro-boro mau ngelayap. Tau jalan aja, engga :D Bener-bener deh, di kota ini saya buta arah. Tiap kemana-mana ngandalin ojeg ato teksong (baca: taxi). Tapi, lagi-lagi untuk pilihan terakhir ini cuma saya andalin kalo jalanan lagi ga macet. Dan, sepertinya Jakarta ditakdirkan untuk selalu macet. Dan lagi, parahnya ntah kenapa saya kayak tersugesti kalo kemacetan akan menstimulus rasa pusing lebih cepat dibanding rasa pusing di hari-hari biasa :'(
Ya, that's why salah satu alasan kenapa saya milih tinggal di kos'an deket kantor. Selain ga macet, ga pusing, juga lebih sehat karena harus jalan kaki :)

Dear Papa: buku penuh cinta untuk ayah



0 c o m m e n t s

Dear Papa... #5

Buku penuh cinta persembahan untuk para ayah dari anak-anaknya.

Berawal dari project #DearPapa yang diselenggarakan nulisbuku dan diprakarsai sama mba Lala (@lalapurwono) & mba Meity (@MeityIskandar) yang bikin timeline saya sukses mabuk kebayang sama rayuan-rayuannya dan at least meracuni saya buat ikut-ikutan nulis. Hm, dan nyatanya saya sangat bergairah termakan racunnya :D (racun yang baik *puk puk)

Nah, di buku ini tulisan-tulisannya kebanyakan (emang dimintanya sih) lebih menyerupai surat cinta, cihuy... *mata langsung kedip-kedip genit. Jadi, bisalah dibayangin gimana wujudnya, hm.. mirip-mirip Chicken Soup for The Soul atau Gift From The Heart gitu deh (ketinggian ga sih ngayalnya?? *cepet bangunin saya). Tapiii.. terlepas dari semua itu, yang bikin buku makin keren adalah karena proyek ini bentuknya charity. Jadi, semua hasil penjualan buku dikumpulin terus disampaikan ke salah satu panti jompo yang ada di surabaya :)

Eh eh eh, tulisan saya sendiri ada di bagian tengah. Kalo ga salah sih, di halaman 58. Baca ya? Baca ya? Belinya bisa lewat nulisbuku, atau kirim via surel ke admin@nulisbuku.com

Miss you, crazy idea



0 c o m m e n t s
Belakangan ini, entah kenapa saya seringkali merasa stuck. Sementara banyak ide-ide yang mostly crazy yang terlewat, terbersit, terlintas di dalam naungan sel-sel kelambu otak saya. Tapi itu semua tetap tidak menggugah gairah saya untuk menulis. Saya lebih suka membiarkan ide-ide tersebut tetap berkeliaran di otak saya, dan sampai akhirnya saya menyadari ide-ide tersebut sudah lenyap berganti dengan ide gila lainnya.
Meski, saya tau pokok dari permasalahan ini: kemalasan saya sendiri untuk menulis. Tapi saya masih suka menyalahkan kota ini (baca: metropolitan) sebagai penyebab kemampetan ide brillian saya.

pashmina pertama



0 c o m m e n t s
yess, this is it. my first time wearing a pashmina, yuhuuu.... 

jadi ceritanya selama ini saya yg udah terbiasa pake kerudung yg model square (yg konvensional itu looh..) pengin nyobain pake pashmina. kata temen2 sih, bentuk muka saya ini oval jadi cocok-cocok aja pake pashmina. hihiii... baju mendadak ga muat deh :D

so, voilaaa... 
karena saya ga mungkin ngantor pake pakaian yg kasual nan informal (yg sebenarnya sangat gue banget ituuh...), akhirnya ada kesempatan juga pas lagi ada kegiatan ke Kupang, bulan kemarin. lah, namanya juga coba-coba yg ada akhirnya justru mawut bin acak adul, ga ada rapinya sama sekali. even, beberapa helai rambut saya menjuntai dengan leluasa. hhehe... tapi paling tidak, saya udah usaha lah ya dan cukup terbilang sukses untuk menunjukkan ke temen-temen kalo ternyata saya bisa juga pake pashmina.

*kalimat terakhir abaikan aja kalo menganggu pendengaran dan penglihatan sekalian :))


location: hotel kristal - KUPANG
motion cathcer: nay

xoxo,
older post