Lovina: Chasing the Dolphins



2 c o m m e n t s
dolphin monumen
"Gud mowniiiiing, Singaraja..."

Wohho, last day I stay here. Time to wake (so) early and go straight to the impressive Lovina beach, 12 km stretch of coast to the North West of Singaraja that comprosed of several narrow stretches of black volcanic sand. We are going to this lovely beach for dolphins searching ¾and chasing¾ with a boat trip out in a traditional jukung boat (kind of a wooden boat) during the sunrise time. And yess, in every morning they gather: the sight of the sunrise blended with the dolphins leaping out of the sea. How awesome!!

So, let me tell you the story. Accompanied by my cousin, Fifi, sekitar pukul 7 lewat 20 menit (wita) kami berdua sudah berada di atas jukung, siap mengejar lumba-lumba. Ya, menurut sepupu saya yang kebetulan tinggal di Singaraja ini, untuk bisa melihat lumba-lumba dengan jelas itu kita harus benar-benar mengejarnya (dengan sampan tentu saja), kecuali kalau kita pas lagi beruntung, salah satu atau dua dolphin bisa mendadak loncat di samping sampan. Horee. Dalam hati saya berdoa, semoga pagi ini kami termasuk dalam golongan yang beruntung itu. Amiin :)  

"Hi, dolphins... I'm comiiiing. Please, don't hide!!

Kami bertiga (Fifi, Bli si kapten sampan, dan saya) melaju dalam satu jukung mengarah ke tengah lautan. Oya, dalam sampan kami sebenarnya bisa dinaiki 5 hingga 6 orang. Tapi, berhubung kami lagi maruk dan kenyataannya sudah booked pada malam sebelumnya, jadilah sampan itu kami naiki sendiri. Puas-puas deh bisa jumpalitan di sampan, hhihi. Untuk sampan ini kami sewa cuma 80rb buat berdua. Harga sewa yang sangat worth it kalau melihat dari harga sewa sampan yang rata-rata berkisar antara 60rb hingga 80rb per orang. Waoww.. mata saya yang sudah besar makin melebar. Bukan karena menawar, rupanya sepupu saya sudah sengaja kenal baik dengan pemilik sampan yang saat itu kami naiki. Dan, asyiknya lagi ngga ada batasan waktu, mau sejam, dua jam, atau lebih ngga ada masalah. Cihuy banget yaa.. ^^

and the sun is rising
"Mau dibawa kemanaaa..."

Dalam dua puluh menit terayun-ayun di atas sampan, tibalah kami di satu lokasi yang dinamai Lovina Dolphin Point Area. Sempat kaget, ternyata sampan-sampan lain sudah datang lebih dulu dengan suasana yang lebih menyerupai pasar terapung (floating market) di sungai-sungai Kalimantan. Bedanya, kali ini kami bukannya mau jual beli sembako melainkan menyaksikan atraksi tarian dolphin. Berdekatan *asyeek... Kadangkala sampan-sampan kami nyaris seperti mau lomba adu cepat, lengkap dengan bendera negara di tiang sampan. Etapi, kenapa dalam benak saya justru yang terbayang malah perahu-perahu perompak yaa? *byurr diguyur Jack Sparrow *skip

Nah, saat otak sedang membayangkan sosok Jack Sparrow itulah mendadak indra penglihatan saya menyadarkan. Jukung dan sampan-sampan lainnya terlihat saling berkejaran. Ada sesuatu yang sama-sama mereka tuju. Satu titik. Dan damn, mata saya belum menemukannya.

melaju, sampanku melaju...

"Itu dolphinnya..." teriak Fifi menunjuk sesuatu ¾yang dalam pandangan mata saya sebenarnya lebih menyerupai ombak. Mata saya mengikuti mengikuti jari telunjuknya mengarah. Dan dalam sekian detik saya terpaku, dua ekor dolphin sedang meloncat beriringan. Namun, begitu sampan-sampan mulai mendekat dengan tenangnya kedua dolphin tadi kembali menyelam dan tak kunjung loncat lagi. Huft, kami dikelabuhi!! Dan itu rupanya tak hanya sekali terjadi. Dua kali tiga kali ehm.. lebih dari sepuluh kali kami dipermainkan. Jadi, begitu posisi sampan kami sudah begitu dekat, eh bukannya nyium pipi kayak yang di arena-arena dolphin gitu, ini para dolphin malah bersekutu langsung nyelem. Aargh.. Kalau begini sih, judulnya Kau kukejar, daku kau permainkan. *ikutan nyelem....   

Susahnya melihat lumba-lumba dari jarak dekat lama-lama membuat kami bosan. Ya, meski sebenarnya ada juga beberapa dolphin yang tiba-tiba melintas di dekat-dekat sampan yang saya naiki tapi toh ngga bikin saya puas juga. Lebih-lebih karena mata saya yang memang udah minus terus kemudian dipaksa secara tajam buat membedakan mana kepala dolphin yang lagi renang dan mana yang sebenarnya ombak. Jujur nih, beberapa kali saya merasa ketipu sama ombak yang saya pikir itu adalah dolphin. Dan (dengan pedenya) beberapa kali juga teriak "Itu dolphiiin.." tapi ternyata cuma ombak yang memang mirip persis sama gerakan dolphin kalau lagi renang *euww -__-. Berarti, sebenarnya saya ngga salah-salah banget dong jadi ngga perlu malu-malu banget juga sama yang denger teriakan saya tadi  *pembelaan diri 

mari kejar dolphinnyaaa....
Daripada sakit hati gara-gara diacuhin si dolphin, akhirnya saya pilih menikmati hamparan pemandangan di depan mata manakala jukung, sampan, boat, dan segala jenis perahu lainnya saling berebut berkejaran mencari spot terbaik. Nope, ini bukan lomba dayung ya, tapi ¾seperti yang saya bilang tadi¾ dulu-duluan mendapatkan posisi strategis demi melihat dolphin dari jarak pandang terdekat. Hhaha, benar juga kata-kata sepupu saya tadi dong ya kalau kita memang harus mengejar dolphin. It's more than sightseeing but chasing the dolphins :) 

Didera rasa bosan, akhirnya sampan kami mulai menyingkir dari barisan perang pengejar lumba-lumba. Kami bertiga menyendiri. Lambat laun satu dua dolphin mendekat dan melintas di samping kanan-kiri kami. Makin lama jumlahnya makin bertambah. Kanan, kiri, dan depan. Kali ini mata saya tidak lagi rabun. Saya bisa membedakan mana dolphin beneran dan mana dolphin tiruan. Mata saya terpaku *please, ini bukan lagu* hingga akhirnya saya sadar apa yang sedang terjadi di sekitaran kami. Oh my, kami bukan lagi dikelilingi kawanan dolphin tapi dikawal sama mereka. It's totally a marvellous thing!! Jumlahnya bukan lagi bisa dihitung dengan jari tapi 10, 20, err... puluhan. Saya benar-benar tertakjub-takjub dibuatnya. Speechless, sampai akhirnya Bli (yang entah belum saya ketahui namanya) teriak, "Lihat ke sebelah kiri, itu paus." Begitu kami menengok, ya Tuhan, yang saya lihat barusan tadi bener-bener ikan yang sangat besar ¾dan sedang meloncat di atas air laut. Subhanalloh, indah sekali. Sayangnya, I can't help my self to capture it. Kamera dan ponsel dua-duanya kehabisan daya baterai jadinya pemandangan indah tadi cuma bisa terekam dalam ingatan. Hiks :(  

photo credit: ginoferucilovina.com
Sekitar pukul setengah sembilan, sampan kami mulai menepi. Dan kawanan lumba-lumba itu tetap mengawal kami. Saya ngga henti-hentinya teriak "Woooww..." Dan, pada saat mata saya mengarah serong ke kanan searah jam 2 di depan sana tampak seekor burung camar tengah menukik ke air. Kirain mau minum, ambil air, atau apalah. Eh rupanya begitu sampan mendekat, puluhan ikan cakalang tengah meloncat-loncat. God, pagi ini begitu berkah! Saya kembali dibuat takjub kesekian kali. Ngga jauh dari situ terdapat perahu tak bertuan, yang menurut saya benar-benar mirip khas perahu perompak *euw, lagi-lagi kata 'perompak' muncul lagi. Tapi yang ini asli mirip perahu perompak, memang ngga ada bendera hitam bergambar tengkorak manusia sih, tapi layar terkembangnya bener-bener mirip. Warnanya pun buluk, hitam, dan dirty. Sayang untuk kedua kali, lagi-lagi saya ngga motret perahunya -_-

Dua puluh menit kemudian kapal benar-benar menepi. Kami membersihkan diri dan berjingkat mencari rumah pemilik sampan. Membayar ongkos sewa jukung kami tadi yang cukup dengan 80rb berdua, ambil motor, dan meluncur pulang. Jam 9.20 saya sudah ada janji dengan Pak Alfons (pengemudi salah satu kendaraan travel) untuk kembali diantar ke Ngurah Rai airport. Sebelumnya, motor berbelok menyempatkan ke monumen dolphin, cetrek-cetrek, ambil beberapa gambar, dan bubyeeee....

See you someday, Lovina !!


xoxo,
a satisfied backpacker


INFO & TIPS:

  • Dolphin sightseeing time: sekitar pk. 79 am 
    • waktu perjalanan dari bibir pantai ke spot dolphin point area: sekitar 2025 menit
    • biaya sewa jukung: sekitar 60rb80rb per orang atau 200rb400rb per jukung
  • Jangan khawatir untuk kemalaman tiba di Lovina. It's very easy to find a luxurious hotel or guest house with well-worth price around the beach.
    • harga kamar hotel berkisar antara Rp. 250.000 - Rp. 500.000 per malam
    • setiap hotel di kawasan Lovina memiliki paket khusus untuk dolphin watching, jika tertarik dengan paket tersebut usahakan untuk reservasi sehari sebelumnya
  • Jangan terlambat bangun pagi. Wake up so early around 4 am to 4.30 am kalau tidak ingin ketinggalan moment tarian dolphin atau kehabisan perahu jukung, kecuali kita sudah janji pesan terlebih dulu dengan pemilik jukung.
  • It's better to bring a water resistance camera to minimize the risk. Jangan sampai gara-gara terlalu asyik perhatiin dolphin yang tengah loncat-loncat, kita ngorbanin kamera jadi rusak karena kecipratan air laut. 
  • Cek dan perhatikan ramalan cuaca untuk hari dimana kita akan berlayar. Kita akan sedikit kesulitan untuk menemukan lumba-lumba jika gelombang pasang karena itu (sebaiknya) urungkan niat dan tunggu hingga cuaca lebih baik.
  • Bersabarlah untuk menunggu. Selain harus ngejar-ngejar dolphin, hal ini juga nggak mudah untuk menemukan dolphin yang mau muncul di permukaan air laut. Tapi jangan khawatir, kita nggak sendirian kok karena wisatawan lain pasti juga merasakan hal yang sama :)
  • Oya, kata Lovina memiliki makna filosofis, campuran dua suku kata "love" dan "ina." Kata "love" mengadopsi dari bahasa Inggris yang berarti kasih yang tulus sedangkan "ina" dalam bahasa Bali berarti Ibu. jadi, arti Lovina dalam arti luas adalah "Cinta Ibu" atau "Cinta Ibu Pertiwi."

2 c o m m e n t s:

Yeni Mardiana at: 2.7.13 said...

Hai Nikma, salam kenal...
Menarik bgt yah, saya jadi ngiler ke Lovina juga hehee..
Mau tanya-tanya dong soal sewa jukung di Lovina. Kita bisa langsung datang ke lokasi tanpa booking terlebih dahulu ya? Tapi pengennya sih booking dulu biar aman. Boleh minta kontak pemilik jukungnya?

Ohiya, kalau ke Lovina mendingan PP Kuta-Lovina atau sewa penginapan aja di lovina ya? Soalnya saya rencananya nginep di daerah Kuta

Makasih banyak yaahh... :)

nindajati at: 22.7.13 said...

hai Yeni, makasih yah udah mampir dimari..

mestinya sih kamu kudu nginep dulu di Lovina, byk kok penginapan di kawasan situ, soalnya kita mesti ngejar dolphinnya pagi2 banget, kan mereka nongolnya sekitaran jam 7-9 pagi aja :))

trus ga perlu khawatir bakalan kehabisan jukung, di sono banyak kok jukung2 yg nganggur siap mengantar ke spot dolphin point area. etapi, jgn lupa ditawar ya?

have a nice trip ^^

Post a Comment

leave your footprint here and it will be my pleasure :)

newer post older post