FGIM: Apa yang Telah Kita Lakukan untuk Indonesia, Katanya



0 c o m m e n t s

....
Kita hidup di atas tanahnya,
Kita menikmati indah alamnya,
Kita tumbuh dengan sejarahnya,
Kita membanggakan pahlawannya,
Namun tanya hatimu,

APA YANG TELAH KITA LAKUKAN UNTUK INDONESIA?

Merinding!! Begitu kesan saya ketika pertama kali mendengar lagu tersebut dinyanyikan. Lagu berjudul "Untuk Indonesia" yang khusus diciptakan untuk perhelatan Festival Gerakan Indonesia Mengajar (FGIM) itu dinyanyikan langsung oleh AFTERFIVE. Seluruh sudut aula di Ecovention Hall pada tanggal 6 Oktober 2013 kemarin seketika hening yang kemudian berangsur riuh, membius ribuan relawan yang saat itu tengah kerja bakti demi membantu pendidikan di seluruh pelosok negeri. Pun, saya yang sebenarnya bertugas sebagai juru foto tak ayal terhanyut dalam suasana tesebut. Alih-alih membidikkan kamera, saya justru terdiam terpaku menikmati lirik-lirik baitnya. Awalnya, saya sempat kepikiran juga sih buat merekamnya. Dengan posisi saya yang duduk di barisan kedua, seharusnya saya melakukannya. Dan, memang saya merekamnya. Sayangnya, tangan saya nggak cukup kuasa menyangga badan kamera yang kurang ergonomis (menurut saya). Di sekeliling, sebagian relawan yang sudah hafal dengan liriknya ikutan koor nyanyi bareng. Sementara saya sibuk menyeka sudut-sudut mata yang mulai berair. Tuh, kan jadi ketauan deh kalau saya sempet mewek :(

Bukannya tanpa alasan. Saya baru sekali itu menyaksikan performnya AFTERFIVE. Mereka ini berjumlah 4 (empat) orang. Sekilas mirip boyband sih, tapi jangan bandingin sama boiben Indonesia lainnya kalau belum dengar lagunya langsung. Pliiiss... 

Ps:
Buat yang mau dengerin lagunya, bisa klik di sini. Sok yaa... 

Selamatkan Saya dari Tatapan Burung Hantu



0 c o m m e n t s
Memikirkan masa kecil, mendadak jadi teringat kalau dulu —sekitar usia 4 tahun hingga akhirnya duduk di bangku 3 SD, saya sempat punya ketakutan luar biasa terhadap burung hantu. Terlebih kalau melihat lingkungan tempat saya tinggal, hm nggak terkira deh. Jadi, rumah saya ini di kampung dimana posisinya paling belakang di antara rumah lainnya. Rumah dikelilingi kebun kosong tepat di samping kiri dan belakang rumah, sedangkan areal persawahan membentang di sisi kanan. Jadi, bisa dikatakan rumah saya ini laiknya pulau kecil nan terpencil yang berada di tengah-tengah sawah. Beruntung masih ada 4 rumah lainnya di pulau ini jadi saya nggak merasa in the middle of nowhere banget. Tapi, tetap aja terbayang kalau suasana malam hari kayak apa. Hororr!! 

Barangkali karena banyaknya kebun kosong itu, jadilah ada beberapa pohon besar yang sepertinya dijadikan tempat berkumpulnya para burung hantu. Nah, biasanya burung hantu itu mulai berkeliaran selepas senja dan entah sejak kapan juga, mendadak tiap kali dengar suaranya, muncul deh semacam perasaan takut yang amat luar biasa. Yang pasti, dalam bayangan saya saat itu, burung hantu adalah sesosok makhluk jahat yang berperangai kejam, sadis, suka menyiksa anak kecil, dan wajib dihindari. Parahnya, bayangan tentang burung hantu terus menerus terbawa dan menghantui saya sampai akhirnya saya duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Ahaha, kok bisa ya?

Jadi, tiap kali dengar suara burung hantu, sekonyong-konyong pasti deh semacam ada 'deg' di jantung saya. Secepat kilat dengan kekuatan bulan, saya akan berlari mencari tempat bersembunyi. Situasi terparah kalau si burung hantu mulai mendekat dan siulannya mulai terdengar jelas "Huuuuuuu...kk...ukkk...!" Bisa dibayangkan bagaimana piasnya muka saya saat itu. Tidak peduli tatapan bingung ibu, nenek, sodara, atau siapa pun yang sedang berkunjung di rumah, pasti saya akan langsung menuju pintu, menguncinya rapat-rapat, menutup semua korden jendela, dan tergopoh-gopoh lari ke kamar. Sembunyi di balik selimut!! 

Sawahlunto: Trapped in the middle nite



0 c o m m e n t s

Menjelang pukul 10 malam, teman sekamar mendadak ngidam martabak. Aaakk.. Sialnya, saya yang nyaris tertidur digeret-geret suruh nemeni keluar. Rupanya, sore sebelumnya dia dapat info dari resepsionis tempat kami menginap kalau dekat-dekat penginapan menuju arah jembatan berderet warung-warung yang berjualan makanan. Martabak, salah satunya.

Saya sih sebenarnya nggak yakin kalau  masih ada mamang-mamang  ¾ups, kenapa saya harus menggunakan sebutan mamang di ranah Minang¾ yang masih jualan martabak di malam-malam sepi begini. Tapi, lagi-lagi saya nggak kuasa menolak. Atas nama pertemanan, akhirnya saya luluh dan mengikutinya jalan menuju jembatan.


Begitu keluar penginapan, kami mendadak semacam terhipnotis suasana malam Sawahlunto. Hening. Sunyi. Nggak ada satu pun kendaraan yang lalu lalang. Bahkan, ibarat semut pun kayaknya bakalan kedengaran kali kalau bersuara. Satu jam, dua jam kami masih berada di tempat tersebut. Menikmatinya. Dan, seketika martabak pun terlupakan.

Yuk, Gowes Yuk



2 c o m m e n t s

Sembari menunggu jam buka puasa, ketiga bocah ini menghabiskan waktu dengan bersepeda di pelataran Monas. Penuh canda, mereka terus kayuh sepeda perlahan. Sesekali terdengar tawanya yang pecah. Tak tampak beban sedikitpun karena harus menahan dahaga & lapar seharian. Good boys...!!!

***

PS:
Diajukan ke Turnamen Foto Perjalanan ― Ronde ke-24: SEPEDA 
hosted by Mindy Jordan. Silakan meluncurr !!

Ayo, ke Museum Bank Indonesia



0 c o m m e n t s





Museum Bank Indonesia terletak di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Pusat. Masuk ke sini, kita tidak akan dimintai tarif alias gratis. Asyik kan ya, kalau dengar yang beginian? Meski begitu, kita dilarang membawa barang bawaan kita dan harus menitipkannya pada petugas museum yang sudah menyambut kita di lobby. Beruntung, saya masih diperbolehkan menenteng kamera. Senangnya...


Ruangan yang pertama kali saya kunjungi adalah ruang teater layaknya bioskop, dimana kita akan disuguhi pemutaran video sejarah keuangan Indonesia. Menyusuri ruangan lebih dalam dan terus ke dalam sampai akhirnya saya menemukan halaman lain di tengah-tengah bangunan museum. Wih, nggak nyangka rupanya museum ini luas sekali. Dan, rumit! Bahkan, saking banyaknya ruangan saya (seperti biasanya) sempet err... nyasar di dalam salah satu ruangan tersebut. Hehe. Walau demikian, masing-masing spot ruangan di museum ini terawat dengan baik. Komposisi ruangannya pun tertata apik dengan penampilan yang nggak kalah kece. Jadi, mau nyasar pun tetep asyik. #yakali

Outstanding Padang-Padang Beach



0 c o m m e n t s


What's on your mind everytime heard about Padang-Padang beach? Eat, Pray, Love the movie? Julia Robert? Yup, great. Dalam film tersebut, memang terdapat beberapa adegan Julia Robert di pantai ini. Then, what's special from this beach? Begitu saya ajak ke sini, salah satu teman saya langsung komentar, "Buset, kayaknya kita salah pilih pantai nih. Isinya bule semua, jadi malu sendiri." Nah, sementara di luar sana masih banyak orang yang penasaran dengan keberadaan pantai ini, eh ini malah malu. What's happened, dude? Hm, tapi ada benarnya juga sih. Berada di pantai ini serasa bukan lagi berada di Indonesia karena prosentase wisatawan lokal yang mengunjungi hanyalah sekitar 20% dibanding bule-bule yang tengah goleran berjemur, berenang, atau yang lagi asyik berselancar. Boleh jadi karena lokasinya yang tersembunyi dan terpencil sehingga kurang banyak diminati wisatawan lokal kali ya?

So, what's special? Ok, see. Padang-Padang adalah salah satu pantai eksotik di Bali, berlokasi di Jimbaran dan tidak seberapa jauh dari pantai Dreamland. Ombaknya yang kecil sangat cocok buat berenang. Meski begitu, banyak juga bule-bule yang surfing di sini. Mereka harus berenang agak ke tengah dulu untuk mendapatkan gulungan ombak yang lebih besar. Berada di sini, it seems like having swimming pool with exotic cliffs scenery. Dengan air lautnya yang jernih hijau kebiruan dan landai, Padang-Padang merupakan kawasan pantai yang lebih sempit dibandingkan Dreamland dengan dikelilingi tebing tinggi nan kokoh. Pengunjungnya juga lebih sedikit. Dan, kalau datangnya agak sorean, kita akan dapat bonus matahari tenggelam yang menawan dari pantai sini. Barangkali karena keunikan lokasinya tersebut serta masih sepinya pengunjung yang mampir ke sini pula yang bikin Michael Learn to Rock (MLTR) bela-belain bikin video klip di pantai ini. Who knows?

The 35th Jazz Goes to Campus: Freedom of Jazzpression



0 c o m m e n t s


Tanggal 25 November 2012 menjadi puncak acara the 35th Jazz Goes to Campus (JGTC) yang ¾seperti tahun-tahun sebelumnya, digelar di pelataran parkir FE UI. Karena ini pertama kalinya nonton *ngaku, jadinya saya nggak begitu tahu perbedaannya kalau dibandingkan dengan pagelaran JGTC di tahun-tahun sebelumnya. Katanya sih, dari segi kelangsungan festival mulai dari segi line-up artist hingga jumlah show area yang didirikan udah beda. Stage-nya sendiri mengambil empat lokasi: Vitacimin stage, Mandiri stage, Jazzpression stage, dan terakhir Propaganda stage. Nah loh, saya sendiri sampai bengong ngapalinnya, belum lagi ngapalin denahnya yang berputar-putar gitu. Kudu pegangan tangan temen deh, daripada nantinya nyasar-nyasar nggak jelas. Eh, tangan siapa juga, hho...

Pastinya, sesuai dengan tema yang diusung yakni Freedom of Jazzpression pengunjung sangat mungkin untuk menikmati keseluruhan nuansa dan ambience dari berbagai ekspresi musik jazz. Selain sederet artis lokal, pagelaran ini juga dimeriahkan oleh artis-artis internasional seperti Orange Pekoe (Jepang), Martin Danev (Bulgaria), dan Toninho Horta (Brazil). Wohhooo..

Bubugiri
Vitacimin stage letaknya persis di sebelah kiri begitu pengunjung memasuki area venue. Musik jazz yang diusung pun lebih crispy dan easy listening, mengajak pengunjung untuk menggoyangkan kepala mengikuti alunan jazz. Di sini, stage diisi oleh legenda-legenda musik jazz Indonesia semacam Idang Rasyidi dan Fariz RM. Ada juga permainan electro jazz dari Martin Danev Jazza Wacka, yaitu kolaborasi antara Martin Danev dengan musisi lokal Matthew Sayerz, Bertha, dan Demas Narawangsa. Sayangnya, saya nggak sempet menikmatinya karena jadi labil sendiri jalan kesana kemari. Maunya sih semuanya ditonton *LOL. Di stage ini saya cuma sempet menikmati penampilannya Bubugiri yang membawakan lagu-lagu yang ringan di kuping :))

Pantai Indrayanti: Pesonanya Bikin Hati Tersihir



0 c o m m e n t s
"Wooow... Ini sih Dreamland banget!!"

Pekik saya begitu melangkahkan kaki memasuki kawasan pantai Indrayanti. Pasir putihnya yang bersih dengan deretan payung-payung berwarna-warni yang hanya berjarak sekitar 7 meter dari bibir pantai. Belum lagi, batu-batu karang yang menjulang tinggi dan besar mengapit di kanan kiri pantai. Kemudian, mentang-mentang udah pernah mengunjungi pantai Dreamland, *langsung keluar sombongnya* saya langsung aja membandingkan antara kedua pantai tersebut. Yang membedakan kalau ini bukanlah Dreamland adalah keberadaan gazebo-gazebo yang berjejer rapi ¾baik yang lesehan ataupun yang pake bangku panjang¾ sehingga turut menyemarakkan keindahan Indrayanti. Dan, yang pasti ini bukanlah di Pecatu Bali melainkan di Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta. Percaya deh, ini serupa surga yang tersembunyi dari dunia luar.

Indrayanti, adalah pantai yang mulanya dikelola oleh pihak swasta. Pantai yang dikenal wisatawan semenjak 2 tahun belakangan ini, sebenarnya adalah pantai Pulang Syawal yang lambat laun lebih dikenal sebagai Indrayanti, diambil dari nama pengelola pantai, Indra dan Yanti.

Seiring perkembangan kawasan pantai, sepertinya pengelola pantai ingin memberikan kesan positif bagi pantai Indrayanti sebagai pantai yang bersih, nyaman, dan berfasilitas lengkap. Hal ini tampak dengan adanya tulisan larangan membuang sampah sembarangan. Bahkan, pengunjung pantai yang diketahui membuang sampah sembarangan bakalan dikenai denda sebesar 10.000 rupiah. Wow, it's really cool, kan ya? Jadi, nggak usah heran kalau di sudut-sudut tertentu terdapat beberapa keranjang sampah. Tapi lagi-lagi, buset deh kelakuan orang-orang Indonesia nih, masiiiiih.. ada aja buang sampah sembarangan. Geregetan!!! Mungkin karena nggak adanya petugas juga sih yang langsung mengawasi kebersihan pantai, jadi yang buang sampah sembarangan tadi merasa aman-aman aja. Meski begitu, saya tetap salut kok dengan kebersihan kawasan pantainya.


Antara Jakarta - Jogja, Terjebak 18 Jam



0 c o m m e n t s
Tegal, have a blast morning :)
Nggak nyangka, niat saya ke Gunung Kidul buat menghadiri acara syukuran pernikahan teman ¾yang diadakan pas tanggal 1 Muharram ini¾ justru malah jadi ajang liburan asyik yang nggak terencana sama sekali. Lah iya, masa jauh-jauh dari Jakarta ke Gunung Kidul yang dikenal sebagai surganya pantai-pantai mau dilewatin begitu aja sih. Rugi maksimal kan ya, secara kabupaten yang berada di ujung selatan Jogja yang meskipun sebagian wilayahnya tandus dipenuhi batu kapur ini  memang menyimpan puluhan pantai eksotik yang masih jarang dikunjungi wisatawan. Rugiiii.. dan pastinya, kami (terutama saya) nggak mau jadi golongan yang merugi dong. Yuk, cuuus.

Kami berlima meluncur dari Jakarta menjelang tengah malam ¾pukul 11 malam *yawn. Alih-alih menghindar dari kemacetan karena menjelang libur panjang, kami memilih lewat jalur utara. Oke lah bisa diterima. Lagian, sesuai niat awal, kami memang pengin hadir dalam prosesi acara syukuran tersebut. Eh, di luar perkiraan, perjalanan justru jadi makin lama dan paaanjang. Jam enam pagi, mobil kami masih berada di sekitaran Brebes. Buset, kapan tibanya kalau jalannya macam keong begini? Tapi gegara jalannya yang amat-sangat-pelan itulah, saya bisa menikmati terbitnya matahari pagi dengan leluasa. Jarang-jarang nih bisa menyapa pagi dengan utuh *tsahh* di antara pematang sawah dengan padi yang sudah menguning dan siap dipanen. Wuiih, it's such a blast morning.

Semarang, have a delicious branch :)

[Photo] Sweet Escape [at] Indrayanti



0 c o m m e n t s



All photos taken by Dodo (other travel buddie) and edited by me, my self 
Wait for the complete tale!!

Location:
Pantai Indrayanti
Gunungkidul - JOGJAKARTA

Ambon: Macet sudah!!



0 c o m m e n t s


Pertama kali mengunjungi Ambon dan saya sudah dibuat tergeragap dengan kondisi lalu lintas perkotaannya. Entah karena kondisinya di sore hari ―dimana waktunya para pekerja kantoran pulang― atau memang karena kejadiannya ngepasin bulan puasa ―dimana sore begitu identik dengan ngabuburit. Yang pasti, semua kendaraan yang ada di Ambon serasa tertumpah-ruah dan sengaja tercipta untuk memenuhi ruas jalanan menuju pusat kota. Lebih-lebih di sepanjang Batumerah. Sialnya, kendaraan yang saya naiki ikutan terjebak dan terbawa arus tersebut. Macet seada-adanya. Whattaday!!

Uluwatu: Hidden from the pursuit of monkeys



2 c o m m e n t s

Uluwatu terletak di ujung selatan pulau Bali mengarah ke samudera Hindia. Kita hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit kalo ditempuh dari bandara Ngurah Rai. Daya tarik utama dari pantai ini adalah keberadaan pura Luhur Uluwatu yang bertengger kokoh di ujung tebing batu karang terjal yang menjorok ke arah laut dengan ketinggian sekitar 50 meter. Sementara di bawahnya terhampar panorama laut yang berwarna biru bening disertai hantaman ombak yang menghasilkan buih-buih putih yang sangat cantik. Amboiii..

Untuk bisa memasuki kawasan wisata ini, pengunjung yang mengenakan celana atau rok pendek wajib mengenakan sarung (berwarna ungu atau biru) dengan selempang (berwarna kuning) yang disewakan tepat di samping lokasi pembelian tiket masuk. Meski nggak ada anjuran, namun alangkah baiknya kalau mengunjungi tempat ini pada sore hari. Selain dapat menikmati keindahan panorama matahari tenggelam, kita juga akan disuguhi pementasan tari Kecak di pelataran pura. Fantastik! Selain itu, sekitaran pantai juga memiliki ombak yang cukup besar sehingga saat menantang buat surfing. Bahkan, setiap tahun event berlevel internasional selalu diadakan di pantai seputaran Uluwatu ini. Fantastic!!

Sayangnya, selama dua kali mengunjungi tempat ini saya belum pernah sekalipun berkesempatan menikmati kedua keindahan tersebut. Nah, lohh. Tentu saja, karena pada saat ke sana selalu di saat matahari sedang terik-teriknya. Mesti luluran sunscreen dulu deh saya. Uhukk.

Dreamland Beach, You're sooo stunning!



0 c o m m e n t s






Dreamland, such another exotic paradise beach in Bali. Sepertinya begitu ya, menurut pendapat orang-orang yang suka membanding-bandingkan antara Kuta dan Dreamland. Bahkan, sebagian ada yang menyebutnya sebagai New Kuta Beach. Really? Dari 2 tahun yang lalu pun tiap kali mengunjungi Bali pasti ada aja teman yang bilang, "Jangan lupa ke Dreamland ya?" Memangnya sebegitu paradise-nya ya sampai segitu hebohnya orang-orang nyuruh saya ke Dreamland. Saya yang dasarnya pencinta pantai awalnya nggak begitu niat-niat banget buat ke Dreamland. Menurut saya pribadi, Dreamland jadi biasa-biasa aja karena terlalu seringnya muncul lewat tayangan ftv. Semacam pantai yang berpasir putih dengan deretan kursi berpayung putih buat leyeh-leyeh. Itu aja.

Sampai suatu hari, saya dapat kesempatan mengunjungi Dreamland secara langsung. Wow, langsung koprol 10 kali. Hehe, oke abaikan. Yang barusan tadi memang berlebihan. Skip.

Dreadlock hairdo kiddo from Dieng Plateau



0 c o m m e n t s

Namanya, Reni. Rambutnya gimbal, khas anak Dieng.

Secara tak sengaja kami menjumpainya dalam perjalanan menuju penginapan sepulang dari pagelaran Dieng Culture Festival yang diselenggarakan di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah pada 1 Juli 2012 kemarin. Sementara teman-teman seperjalanan (baca: teman backpackeran) sibuk merayunya buat diajak foto bareng, saya justru lebih tertarik untuk mengambil gambarnya saat sedang sendiri. Dan olala, saat lihat hasilnya saya pun langsung suka. Totally love her expression!!

Oya, saya tahu namanya Reni pun setelah mendengar beberapa temen saya yang berkali-kali mengajaknya ngobrol dan mulai tanya-tanya namanya.

"Namanya sapa, Dek? Foto bareng kakak yuks."

Kira-kira seperti itulah kata temen-temen saya bergantian. Sekilas saya perhatikan gadis kecil itu hanya mengangguk-angguk, tapi tatapan mata teduhnya memperlihatkan kalau sebenarnya dia ingin sekali bisa ngobrol dengan kami. Akhirnya...

Bali Menjangan Island, an Underwater Heaven



5 c o m m e n t s

Melanjutkan cerita perjalanan sebelumnya ¾yang kali ini rupanya cukup menguras energi positif bagi saya untuk tetap konsisten nulis lanjutannya¾ kami ber-empat masih berada di Labuhan Lalang dalam persiapan menuju Pulau Menjangan, surga bawah laut buat para penyelam seperti kami *uhukk, keselek biji salak. Kalau lihat di peta, lokasi pulau berada di sebelah barat laut Pulau Bali, tepatnya persis di sebelah utara Taman Nasional Bali Barat (West Bali National Park) dan termasuk bagian dari desa Sumber Klampok, kecamatan Grokgak yang berjarak sekitar 76 km arah barat dari kota Singaraja. Nah, untuk mencapai pulau Menjangan tersebut kami harus naik kapal dulu selama 30 menit dari Labuhan Lalang. Jadi, kami siap-siap dulu dong buat melaut. Jreng jrengg... *drumrolls 

Menunggu itu Menjemukan, Brader

Rupanya tiket snorkling yang sudah tersimpan rapi dalam genggaman bukan jaminan bisa langsung berangkat. Kami diminta untuk menunggu rombongan berikutnya ¾dan parahnya belum datang¾ yang nantinya bakal gabung dalam rombongan kecil kami dalam satu kapal. Whoah, if I could skip this situation..

"Phipi, tunggu pak Nyoman dulu yah, 30 menit lagi sampe." 

Bapak yang ngasih peralatan snorkle tadi tampak bicara ke sepupu saya. He, lucu juga ya Fifi dipanggilnya Phipi. Emang iya sih, dia ini berpipi chubby, hhihi.. #salah fokus *dan semenit kemudian ditabok Fifi (ouch). Sejurus kemudian, Bapak ¾yang saya lupa namanya¾ itu sudah menyambut rombongan turis asing lain dan tampak bersiap-siap menuju kapal, mengantarnya berkeliling Pulau Menjangan, sementara kami ¾turis lokal¾ dipaksakan menunggu dulu, entah siapa yang namanya pak Nyoman itu. Alamak, mau liburan di negeri sendiri aja susah bener ya? #ppfftt 

[Photo] Lady Mustache



0 c o m m e n t s




among our super incredible official works, we both (me and rima) stole a lil bit joy by taking some our crazy pictures. and, it worked!!

Location:
Sahid Jaya Hotel, Lippo Cikarang
JAWA BARAT

White Sandy of Bali Nusa Dua Beach



0 c o m m e n t s
Voila, the white sands of Nusadua private beach, Bali INDONESIA.
Escaping from the frenetic world outside, indulge in the well-being of mind and body, and relaxing over the white sands under the sun of the Nusadua beach, was such a magnificent weekdays I spent. Stayed over 9 (nine) nights in Nusadua Beach Hotel for doing some important official works, it has a fantastic beach with tranquil, warm, and glimmering sea water. Scattering not far from the foreshore, some white benches with blue coated fabrics lined up neatly. Just tried to lay over there and stared overawed to the tourists whose taking breath away. I and my friends were hasty toward the water, bursting exaggeratedly broke the calmness of the sea without waves. We swarmed around the sands, half-buried body, and built a sand palace. Whoosah...

Tampil Cantik yang Halal dan Syar'i, Pastinya Dong...



2 c o m m e n t s
Tak dapat dipungkiri lagi, tampil cantik dan menarik adalah dambaan setiap perempuan. Karena itu, banyak perempuan yang menggunakan berbagai cara untuk memperbaiki penampilannya. Salah satunya melalui kosmetik. Wajah yang tadinya kusam, begitu disapukan dengan sedikit riasan blush on mendadak terlihat kembali segar. Mata yang semula sayu dalam sekejap kedipan langsung terlihat berbinar dan cemerlang saat si kelopak dan bulu-bulu mata tersapu riasan eye shadow dan mascara. Ya, kosmetik terbukti bener-bener ampuh mengelabuhi wajah yang semula (tampak) biasa langsung berubah luar biasa dalam hitungan detik. Totally flawless!!

Meski demikian, memilih produk kosmetik yang aman dan halal adalah satu hal penting yang harus dipertimbangkan juga oleh kaum perempuan (muslimah). Terlebih, belakangan ini kesadaran kaum muslimah dalam pengunaan produk-produk halal sudah semakin tinggi. Kosmetik adalah salah satu di antaranya. Kerapkali terjadi, demi mendapatkan perawatan maksimal kita menjadi kurang hati-hati dan cermat dalam memilih produk kecantikan. Terlebih, belakangan ini produk-produk yang menawarkan janji memutihkan kulit dan wajah dan awet muda makin marak di pasaran. Produk-produk tersebut seakan magnet bagi kaum perempuan. Alih-alih ingin tampil cantik dan terlihat awet muda, mereka berbondong-bondong membeli meski harus merogoh kocek yang relatif mahal tanpa diteliti lagi aspek kehalalannya. Meskipun serangkaian produk tersebut katanya menjamin kulit-dan-muka-jadi-putih-dalam-hitungan-dua-minggu-dan-tampak-awet-muda, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelumnya. Selain melihat apakah produk tersebut sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan yang berkaitan dengan aman tidaknya produk bagi kulit seperti tidak mengandung logam berat yang berbahaya, kita (terutama perempuan muslimah) juga wajib mencermati apakah produk kosmetik yang kita pakai sehari-hari itu juga aman dan baik secara syar'i alias halal. Nah, seiring dengan meningkatnya permintaan produk kosmetik halal diperlukan adanya standarisasi yang memenuhi syarat kehalalan sehingga tidak mengecohkan kaum perempuan muslimah terhadap produk-produk kosmetik yang beredar di pasaran. 

Salam Pramuka !!



0 c o m m e n t s
Dan seorang Lord Robert Boden Powell pun mengatakan:
"Suatu negara tidak akan kehilangan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung tinggi dan menjelajah lautan."
Selamat merayakan Hari Pramuka, temans...

colorful light pasta & crunchy crackers



2 c o m m e n t s

voila, another colorful italian light pasta. what the named of this dishes, huh.. 
too bad, i can't remind it..  but we enjoyed it, with did a dab on 
the crunchy crackers.. delicious but spicy ;)

tasted in Nusadua Beach Hotel & Spa 
Denpasar - BALI
newer post older post